kisah dan kejadian sebelum Adam dan Hawa tercipta. [YG IMANNYA GAK KUAT, GAK USAH BACA !!!]
Kita mulai dengan kisah Atlantis dan Lemuria..
Atlantis dan Lemuria adalah dua peradaban tinggi alien-alien yang menempati planet-planet di alam semesta ini, salah satunya di planet bumi. Mereka hidup dengan damai tanpa konflik berarti dalam suatu kelompok federasi galaksi yang berasal dari berbagai penjuru alam semesta. Menjelajah tempat-tempat yang belum terjamah planet-planet dengan segala kehidupan uniknya. Mengadakan survey dan penelitian tanpa mengganggu proses evolusi alami yang terjadi di tempat yang mereka datangi.
Lemuria adalah wilayah utama tempat makhluk-makhluk bumi tinggal yang lokasinya diperkirakan di Oceania (wilayah timur bumi antara Jepang sampai bagian Pasifik Amerika). Di sini para alien peneliti dengan leluasa mengadakan penelitian, survey, bahkan interaksi dengan penghuni yang ada termasuk manusia bumi yang adalah caretaker asli planet Bumi yang saat itu peradabannya sudah cukup tinggi. Interaksi ini lebih bersifat tertutup dan diam-diam, tanpa mencampuri aspek-aspek kehidupan manusia.
Alien-alien ini terdiri dari jenis humanoid (manusia namun bukan dari bumi), ras serpent (jenis naga / ular) yang ras utamanya dikenal dengan serpent master, felines (ras yang seperti kucing atau singa), carians (ras makhluk-makhluk bersayap bisa terbang tanpa bantuan mesin dengan kondisi tertentu), ras amfibi (bisa hidup di darat dan dalam air), serta ras insect (serangga yang lebih banyak dipakai menjadi penjaga atau pengawas). Setelah beberapa lama keberadaan mereka di bumi terutama di Lemuria berjalan lancar, beberapa ras merasa perlu membuat semacam mission control atau pusat pemerintahan dan juga sebagai central laboratorium penelitian di planet. Mission control ini akhirnya dibangun atas kesepakatan ras-ras tua yaitu serpent master, felines dan carians. Tempat ini dikenal dengan nama Atlantis. Atlantis menjadi tempat paling modern dengan segala fasilitasnya, mission control, tempat tinggal para ilmuwan, aristokrat, serta pusat penelitian. Tidak semua ras alien di bumi setuju akan keberadaan Atlantis (termasuk beberapa anggota yang lain dari ras tua), sehingga mereka tetap tinggal di Lemuria dan tidak mau turut campur dengan apa yang dilakukan Atlantis selama tidak mengganggu proses alami planet Bumi.
Atlantis artinya negara atlas. Atlas adalah salah satu titan di mitologi yunani yang mendapat hukuman dari Zeus untuk memegang seluruh tata surya di pundaknya (dalam mitologi diterjemahkan bahwa Atlas dihukum memegang bumi (globe), namun terjemahan ini tidak tepat, yang benar adalah memegang keseluruhan bola tata surya (celestial sphere).
Dalam kenyataannya di Atlantis banyak terjadi percobaan-percobaan rahasia yang sebenarnya sudah melanggar kesepakatan bersama. Mereka banyak mengambil spesimen-spesimen bumi untuk dikembangbiakan dengan teknologi-teknologi ciptaannya.
Dari eksperimen-eksperimen mereka itu munculah yang disebut monster-monster bumi dengan berbagai bentuk. Terjadi percepatan evolusi di beberapa spesies bumi. Di Atlantis sendiri, Serpent Master merasa perlu untuk membuat semacam New World Order untuk mengendalikan penuh segala asset mereka termasuk kontrol populasi di planet agar penelitian dan survey di bumi tetap berlanjut dan eksistensi mereka di bumi tetap aman. Mereka memperkuat pertahanan militer menghadapi kemungkinan serangan alien-alien lain di luar federasi mereka. Maka dibuatlah pusat-pusat militer dan persenjataan kuat. Selain itu serpent master berencana membuat caretaker baru di bumi yang bisa dikontrol penuh oleh mereka. Manusia bumi yang ada saat itu hidup sama sekali tanpa control alien-alien. Mereka hidup damai dengan tatanan kemanusiaan serta spiritualitas sendiri dan hidup berdampingan dengan makhluk-makhluk bumi lainnya serta dengan alien-alien pendatang dalam dimensi yang sama dan setara. Proses perkembangan evolusi juga berjalan dengan alami.
Serpent Master mengembangkan hybrid mereka dengan cara kloning dan kawin silang dengan penduduk asli bumi yaitu manusia bumi. Hasil hybrid ini dikenal dengan Son of Serpents atau Homo Atlantis, the first born. Serpent Master berpikir dengan duplikat diri mereka bisa membuat patuh ciptaan-ciptaannya agar keberadaan mereka terus berlangsung abadi di planet ini. Namun mereka salah, ternyata kloning langsung hanya menciptakan foto kopi arogansi, sifat-sifat serta segala ilmu pengetahuan yang ada di Serpent Master. Son of serpent yang ini jelas-jelas menolak menjadi budak orang tuanya untuk bekerja di Atlantis serta menurut segala keinginan orang tuanya. Sementara Son of Serpents yang memiliki baik DNA Serpent Master dan Manusia ada yang patuh kepada Serpent Master, namun banyak juga yang spiritualitas kemanusiaannya menolak kehendak Serpent Master yang haus kekuasaan. Banyak dari mereka akhirnya meninggalkan Atlantis dan menetap di Lemuria hidup berdampingan dengan orang tua buminya. Sejak saat itu secara terang-terangan Serpent Master menyatakan peperangan dengan anak-anak pertamanya yang membangkang (first rebellion). Ras-ras alien lain yang menyaksikan tingkah polah Serpent Master tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bertindak sebagai pengawas dan sebagai anggota dewan federasi yang tetap menjalankan fungsinya di Atlantis untuk mencegah perang terbuka antara Serpent Master dengan Son of Serpent yang lari ke Lemuria. Sebagian dari mereka akhirnya pergi dari bumi dan menjelajah ke tempat lain dengan misi yang sama (kemungkinan juga membawa spesimen-spesimen asli bumi termasuk manusia bumi).
Lemuria berasal dari Mu atau Mu-devi yang artinya “Tanah Leluhur”.” Mu-Devi adalah dewi Hindu. Shiva adalah pasangannya yang merupakan “Kakek Moyang” manusia. Salah satu teks Tamil bernama, Silappadikaran, dijelaskan tentang benua yang hilang di Pasific dan Lautan Hindia yang bernama Kumai Nadu atau Kumari Kandam, yang artinya “Tanah Naga dari Ular-ular yang hidup abadi.”
Di Lemuria, Son of Serpent mendirikan rumah-rumah baru, mempraktekan ilmu pengetahuan tingkat tinggi (termasuk dalam kalangan manusia yang dikenal dengan magic/sihir/mukjizat) dan lebih berinteraksi dengan manusia bumi dengan damai, serta juga bekerja sama dengan ras-ras alien yang masih bekerja di Lemuria sebagai peneliti. Walaupun begitu status mereka tetap sebagai pelarian di mata Serpent Master Atlantean. Jadi mereka hidup juga dengan berhati-hati agar tidak ditangkap. Sementara di Atlantis, setelah kehilangan penerus pertamanya yang memberontak, Serpent Master berusaha menciptakan hybrid-hybrid lain yang secara totalitas menurut segala keinginan mereka. Mereka menyadari kesalahan penciptaan penerus pertamanya akibat 100% esensi Serpent Master menurun ke Son of Serpent, termasuk seluruh pengetahuan mengenai ilmu-ilmu genetika, teknologi, dan seluruh inteligensia tingkat tinggi. Walaupun ada yang digabung dengan DNA manusia bumi, namun blue print DNA mereka secara total tetap ada di dalam tubuh Son of Serpents. Kemudian dari Son of Serpent yang masih patuh terhadap Master Serpent, dibuat hybrid baru dengan manusia bumi dengan mengambil beberapa sequence DNA yang membuat ciptaannya itu menjadi patuh dan lupa bahwa mereka mempunyai darah Serpent Master. Percobaan ini gagal pada awalnya, karena umur hybrid ini sangat pendek dan tidak stabil. Akhirnya Serpent Master sendiri yang melakukan hybrid dengan manusia bumi, serta mengambil sequence DNA tertentu mereka. Dari percobaan terakhir ini munculah ras Adamic (adamic berarti berasal dari Bumi). Ras ini sangat patuh dibiarkan tetap telanjang di Atlantis yang artinya tidak memiliki ilmu pengetahuan seperti Son of Serpent. Mereka ditempatkan di lokasi yang dikenal dengan Taman Eden. Di situ ras adamic bebas berbuat apa saja, tanpa menyadari bahwa mereka sebenarnya adalah calon penerus pembawa ideology Serpent Master yang akan menjadi hamba dan secara total menuruti segala keinginan Serpent Master.
Ras Adamic ini seperti ras manusia bumi memiliki dua gender lelaki dan perempuan, dikenal dengan nama hawa/eves – yang sebenarnya adalah dua ras yang berbeda, saat itu modifikasi dari ras eve (perempuan) tidak bias bereproduksi dan ras adam tetap konsisten dengan DNA manusia bumi yang penisnya memiliki foreskin (kulup). Di kemudian hari mengangkat foreskin dengan cara artifisial (tidak alami, dengan cara dioperasi atau dipotong) sebagai tanda kehambaan terhadap Serpent Master, yang merupakan ritual hubungan hamba dengan tuan terhadap alien ini. Penciptaan ras baru yang penurut dan tidak melawan ini membuat Atlantis merasa aman.
Mendengar bahwa ayah mereka, Serpent Master, menciptakan makhluk-makhluk baru yang akan menjadi budak Serpent Master, yang berdarah manusia bumi membuat Son of Serpent gusar. Walaupun pada dasarnya Son of Serpent tidak mempedulikan apa yang dilakukan Atlantis, namun merasa bahwa Adamic adalah saudara mereka dari sisi bumi membuat mereka ingin melepaskan para adam dan para eve dari perbudakan yang dilakukan Atlantis.
Son of Serpent dating berkunjung ke Atlantis serta diamdiam ke Taman Eden mencoba mengadakan dialog terbuka dengan para adam dan eve tentang kondisi mereka yang tidak mempedulikan spiritualitas kemanusiaannya dan terkurung dalam perbudakan Serpent Master (happy slave). Para adam awalnya tidak tertarik dengan dialog terbuka ini, namun tidak demikian para eve. Dikisahkan para eve lebih merasa tertarik dengan kedatangan dan penjelasanpenjelasan dari Son of Serpent (dalam banyak cerita kitab-kitab suci samawi dikisahkan bahwa hawa lebih dahulu memakan buah terlarang). Beberapa adam dan eve akhirnya dibawa dengan pesawat luar angkasa ke Lemuria untuk ditunjukan sisi spiritual dan kemanusiaan mereka dan dibangkitkan kesadarannya dan ditunjukan diri mereka sebenarnya.
Akibat relokasi para Adam dan para eve, kita menemukan sisi psikologis manusia yang selalu mencari surga yang hilang jauh di satu tempat di mana kehidupan begitu indah seimbang dan tanpa permasalahan. Insting pencarian ini kuat terutama di kalangan kaum perempuan.
Tengs to beta ufo




itu film gan?
bukan..
blm jadi film..